• Home
  • About
  • Jasmine
  • Wildan
  • Hiroku
  • Kesehatan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Jalan Jajan
  • Catatan Ibun

^_^ CERIS Family ^_^

Moment yang Tertulis Adalah Kenangan Abadi. ^_*

Pemanas air kamar mandi kini menjadi kebutuhan penting di banyak rumah karena memberikan kenyamanan setiap kali kamu ingin mandi air hangat, terutama saat cuaca dingin atau ketika tubuh merasa lelah. Teknologi water heater yang semakin berkembang membuat kamu memiliki banyak pilihan mulai dari pemanas listrik, gas, hingga tenaga surya. Pada artikel ini kamu akan menemukan penjelasan lengkap tentang cara kerja pemanas air kamar mandi hemat listrik, jenis-jenis water heater, tips memilih agar aman dan tahan lama, hingga masalah umum yang sering terjadi beserta solusinya. 

Cara Kerja Pemanas Air Kamar Mandi Hemat Listrik

Berikut sebelum kamu memilih atau membeli water heater ada baiknya memahami bagaimana cara kerja alat ini terutama yang dirancang untuk hemat listrik.

1.Sistem pemanasan cepat yang efisien

Banyak pemanas air kamar mandi modern dirancang untuk memanaskan air secara cepat sehingga energi yang digunakan tidak terbuang sia-sia. Air akan dialirkan melalui elemen pemanas yang bisa meningkatkan suhu dalam hitungan detik sehingga kamu tidak perlu menunggu lama seperti generasi water heater lama. Efisiensi ini biasanya ditemukan pada electric water heater yang sudah dilengkapi teknologi pengaturan suhu otomatis.

2.Pemanfaatan sensor otomatis yang mengurangi konsumsi energi

Beberapa pemanas air kini menggunakan sensor cerdas yang dapat mendeteksi aliran air. Ketika keran dibuka maka water heater aktif dan ketika keran ditutup maka alat berhenti bekerja sehingga penggunaan listrik menjadi lebih terkendali. Dengan cara kerja seperti ini konsumsi energi berkurang cukup banyak karena pemakaian hanya terjadi pada saat kamu benar-benar membutuhkan air hangat. Sistem otomatis ini membuat proses pemanasan air hangat menjadi lebih efisien dibandingkan dengan pemanas model lama.

3.Teknologi isolasi panas yang menjaga suhu lebih lama

Banyak produk pemanas air dilengkapi lapisan isolasi khusus yang membantu menjaga agar panas tidak cepat hilang ketika air berada di dalam tangki. Proses penyimpanan panas ini membuat alat tidak perlu berkali-kali memanaskan air sehingga tagihan listrik juga akan lebih hemat. Selain itu isolasi ini menjaga suhu tetap stabil dan membantu water heater bekerja lebih ringan walaupun digunakan setiap hari.

Jenis-Jenis Water Heater untuk Kamar Mandi.


Sebelum menentukan pilihan penting bagi kamu untuk mengenal berbagai jenis water heater yang tersedia di pasaran.

1.Water heater listrik

Jenis ini paling umum digunakan karena instalasinya mudah dan cocok untuk berbagai ukuran kamar mandi. Electric water heater tersedia dalam dua tipe utama yaitu instan dan tangki. Tipe instan langsung memanaskan air saat dibutuhkan sedangkan tipe tangki menyimpan air hangat dan menjaga suhunya tetap stabil sehingga kamu bisa menikmati air hangat dalam jumlah lebih banyak. Meski memakai listrik penggunaan daya dapat diatur sesuai kebutuhan kamu.

2.Water heater gas

Water heater gas menggunakan bahan bakar LPG sehingga cocok untuk kamu yang ingin mengurangi konsumsi listrik di rumah. Pemanas gas bekerja dengan memanaskan air menggunakan api dari gas yang menyala secara otomatis saat air mengalir. Kamu perlu memperhatikan ventilasi ruangan karena water heater gas memerlukan sirkulasi udara yang aman. Meskipun begitu pemanas gas dapat memberikan air hangat dengan stabil dan biaya operasional cenderung lebih murah.

3.Water heater tenaga surya

Pemanas tenaga surya mengandalkan sinar matahari sebagai sumber energi utama sehingga hampir tidak membutuhkan listrik. Jika kamu tinggal di daerah yang mendapat sinar matahari cukup banyak maka jenis water heater ini sangat efisien karena bisa memberikan air hangat sepanjang hari tanpa tambahan biaya. Teknologi panel surya yang makin berkembang membuat proses pemanasan air hangat menjadi lebih ramah lingkungan.

Tips Memilih Pemanas Air yang Aman dan Tahan Lama

Supaya kamu tidak salah membeli penting untuk memperhatikan beberapa tips berikut sebelum menentukan water heater yang paling sesuai dengan kebutuhan rumah.

1.Periksa fitur keamanan bawaan

Saat memilih pemanas air pastikan produk memiliki fitur keamanan seperti thermostat, sensor suhu, dan proteksi panas berlebih. Fitur-fitur tersebut dapat menjaga alat tetap aman meskipun digunakan setiap hari. Thermostat adalah komponen yang bekerja mengontrol suhu agar tidak melewati batas aman sehingga risiko kerusakan bisa diminimalkan.

2.Pilih kapasitas sesuai kebutuhan rumah

Jika rumah kamu dihuni oleh banyak orang maka tipe tangki dengan kapasitas besar bisa menjadi pilihan tepat agar pasokan air hangat selalu cukup. Namun jika penggunaan hanya untuk satu atau dua orang maka water heater instan jauh lebih praktis. Memilih kapasitas yang tepat akan membuat alat bekerja lebih ringan sehingga usia pemakaian bisa jauh lebih panjang.

3.Pastikan kualitas material dan layanan purna jual

Pemanas air yang menggunakan material anti karat seperti stainless steel atau tembaga biasanya lebih tahan lama dan tidak mudah bocor. Selain itu pilih produk yang memiliki layanan purna jual jelas serta pusat servis yang mudah dihubungi supaya perawatan dan perbaikan di kemudian hari tidak menyulitkan kamu. Keberadaan teknisi resmi membantu menjaga alat tetap bekerja optimal.

Perbandingan Water Heater Listrik, Gas dan Tenaga Surya


Supaya kamu bisa menentukan pilihan terbaik berikut penjelasan singkat mengenai perbandingan masing-masing jenis water heater.

1.Keunggulan dan kekurangan water heater listrik

Water heater listrik lebih sederhana dalam pemasangan dan tidak membutuhkan ventilasi tambahan sehingga cocok untuk kamar mandi tertutup. Suhu air dapat diatur secara akurat dan lebih stabil. Namun penggunaan listrik tentu harus diperhatikan terutama jika kapasitas watt rumah kamu terbatas meskipun kini banyak electric water heater yang sudah hemat energi.

2.Keunggulan dan kekurangan water heater gas

Water heater gas dapat menghasilkan air hangat dalam jumlah besar dan lebih stabil tanpa membebani listrik rumah. Tetapi kamu perlu memperhatikan keamanan seperti ventilasi serta pengecekan tabung gas secara berkala. Meski begitu biaya penggunaan harian cenderung lebih ekonomis terutama untuk keluarga dengan kebutuhan air hangat yang cukup banyak.

3.Keunggulan dan kekurangan water heater tenaga surya

Pemanas tenaga surya sangat cocok untuk kamu yang ingin menekan biaya operasional karena air dapat dipanaskan tanpa listrik maupun gas. Namun alat ini membutuhkan ruang atap yang memadai serta kondisi cuaca yang cukup cerah untuk menghasilkan pemanasan optimal. Ketika cuaca mendung biasanya diperlukan pemanas cadangan agar pasokan pemanasan air hangat tetap tersedia.

Masalah Umum pada Pemanas Air dan Cara Mengatasinya

Ketika menggunakan water heater kamu mungkin pernah mengalami beberapa masalah berikut dan tentu penting mengetahui cara mengatasinya.

1.Air tidak panas atau panasnya tidak stabil

Masalah ini sering terjadi jika elemen pemanas mengalami kerusakan atau terjadi penumpukan kerak mineral pada pipa. Kamu bisa melakukan pembersihan berkala untuk menghilangkan kerak sehingga aliran air kembali lancar. Jika kerusakan terjadi pada elemen pemanas maka sebaiknya segera diganti agar water heater bekerja normal kembali.

2.Bau atau warna air berubah

Air yang berbau atau berwarna keruh biasanya disebabkan oleh tangki yang jarang dibersihkan. Tangki yang dipakai setiap hari dapat mengalami penumpukan kotoran sehingga kebersihannya harus diperiksa. Kamu dapat melakukan pembilasan rutin atau meminta teknisi untuk melakukan pembersihan menyeluruh supaya kualitas air tetap higienis.

3.Tekanan air menurun saat water heater menyala

Tekanan air yang melemah mungkin disebabkan saringan yang tersumbat atau pipa yang mengalami endapan. Membersihkan saringan secara berkala bisa membantu mengembalikan tekanan air seperti semula sehingga water heater dapat bekerja normal. Jika masalah terletak pada pipa maka diperlukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan aliran air kembali optimal.

Kesimpulan

Pemanas air kamar mandi kini hadir dengan banyak pilihan sehingga kamu dapat menyesuaikan kebutuhan serta kondisi rumah. Cara kerja pemanas air kamar mandi hemat listrik semakin efisien berkat teknologi otomatis dan isolasi panas modern. Beragam jenis water heater seperti listrik gas dan tenaga surya dapat kamu pilih sesuai kebutuhan harian. 

Tips memilih pemanas air juga penting agar alat tetap aman dan tahan lama ketika digunakan setiap hari. Perbandingan masing-masing jenis membantu kamu menentukan mana yang paling cocok sementara memahami masalah umum dan cara mengatasinya membuat water heater bekerja lebih optimal. Dengan pemahaman menyeluruh ini kamu bisa menikmati kenyamanan pemanas air listrik yang efisien aman dan praktis di rumah kamu.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

“Ibun, aku butuh iPad.”

Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir mungil Jasmine, anak pertama kami yang kini duduk di kelas 4 Sekolah Dasar. Nada bicaranya lembut tapi tegas, seolah dia sudah menyiapkan kalimat itu sejak lama. Saya menatapnya dengan lembut, dan juga tersenyum.

ketika anak membutuhkan IPAD
pernah nyobain ini, tiba-tiba…

Keinginannya semakin kuat ketika kami sedang ke Mal untuk sekadar jalan dan jajan. Saat itu, saya mengajak anak-anak berkunjung ke beberapa store handphone untuk menanyakan reparasi handphone saya yang terkena greenline. Saat saya sedang ngobrol serius dengan teknisi, mereka keliling melihat koleksi handphone, tablet, dan beragam aksesori.

Sebagai orang tua, tentu saya paham betul keinginannya. Jasmine memang punya hobi menggambar. Dulu, dia sering menggambar di buku khusus menggambar yang ia beli sendiri. Namun saat dia mulai tahu bahwa ada aplikasi yang bisa dipakai untuk menyalurkan hobinya, dia minta waktu khusus, bahkan akses khusus untuk mengunduh aplikasinya melalui ponsel.

"Ibun, handphone ini boleh aku pakai buat menggambar?"

Handphone jadul milik saya, Samsung Galaxy A7 (2017) memang sudah saya pinjamkan ke dia. Tapi, sejauh ini belum ter-install aplikasi menggambar. Jujur saja, di dalam hati ini bisa saja saya membelikannya. Tapi ada bagian dalam diri ini yang berkata, “Tidak sekarang. biarkan dia berproses dulu.”

Saya ingin dia belajar bahwa setiap impian besar butuh usaha dan tanggung jawab. Bahwa mendapatkan sesuatu dengan jerih payah sendiri jauh lebih bermakna daripada sekadar diberi. Selain itu, saya juga ingin melihat konsistensi dia, seberapa sering dia menggambar.

hasil karya anak sekolah
hasil karyanya, poster buat tugas sekolah

Awal dari Sebuah Mimpi.

Malam itu, kami duduk di ruang tamu setelah makan malam. Jasmine membawa buku kecil bergambar kartun yang ternyata itu “buku impian”-nya. Di dalamnya, ia menggambar iPad dengan pensil warna, persis gambaran iPad yang sudah ia lihat saat di Mal. Di bawahnya, ia menulis dengan huruf besar-besar:

“Target: iPad untuk menggambar. Harga: Jutaan. Ayo semangat, Jasmine!”

Melihat itu, saya hampir menitikkan air mata.

“Kalau kamu beneran pingin iPad, kamu harus berusaha ya, Nak,” kata saya dengan lembut.

Ia mengangguk mantap. “Aku mau jualan, Bun. Di sekolah banyak teman suka jajanan. Aku bisa jualan.”

Saya dan suami saling bertatap. Kami tahu, ini saat yang tepat untuk mendukung impiannya tanpa langsung memanjakannya. Maka dimulailah hari-hari penuh semangat dan pelajaran berharga.

Malam-malam Bersama Puding.

Setiap malam setelah belajar, dia akan berdiri di dapur bersama saya. Kadang, adiknya juga ikutan. Tangannya sibuk mengaduk adonan puding, sesekali mencicipi rasa dengan wajah serius.

“Bun, yang ini rasanya sudah pas. Boleh bantu aduk-aduk sampai mendidih?” tanyanya.

Saya mengangguk sambil tersenyum.

Melihatnya begitu tekun, rasanya luar biasa haru. Dapur yang biasanya hanya berisi suara panci dan spatula, kini penuh dengan tawa kecil dan semangat. Ayahnya pun ikut menyemangati, kadang ikut membantu menyiapkan bahan-bahan, seperti membeli cup kecil di toko plastik.

ide jualan anak sekolah

Sementara itu, adiknya, Wildan, kebagian tugas paling ringan tapi paling seru: menuangkan puding ke dalam cup saat sudah agak dingin. Malam-malam kami jadi lebih hangat dari biasanya. Bukan sekadar membuat puding, tapi kami sedang mengaduk impian: perlahan, penuh cinta, dan tanpa terburu-buru.

Hari Pertama Berjualan.

Pagi itu, dia bangun lebih awal dari biasanya. Ia memeriksa kembali kotak jajanan yang sudah rapi dipacking malam sebelumnya. Ada puding rasa cokelat, taro, red velvet dan vanila. Di sebelahnya, beberapa bungkus camilan ringan hasil repacking sendiri. Sederhana, tapi penuh kebanggaan.

Sebelum berangkat sekolah, ia sempat berkata,

“Doain aku, ya, Bun. Semoga laku semua.”

Saya pun memeluknya erat. “Aamiin, Nak. Rezeki datang dari usaha dan doa. Ibun selalu doakan.”

Dan benar saja, saat saya pulang kerja, dia menyapa saya dengan dengan wajah berbinar.

“Bun, habis! Semuanya habis terjual!” katanya dengan mata berbinar-binar.

Tangannya menggenggam uang hasil jualan. Tidak banyak memang, tapi baginya itu seperti harta karun.

jajan repacking…

Belajar Mengatur Uang Sejak Dini.

Setiap sore, dia selalu menyetorkan uang hasil jualan. Dengan polos ia berkata,

“Ini uang modalnya, Bun. Yang ini uang labanya.”

Saya bantu untuk mencatat dengan teliti di buku kecil.

“Pintar sekali anak Ibun. Berarti hari ini untung, ya?”
Jasmine mengangguk. “Aku mau simpan laba buat beli iPad. Nanti kalau cukup, aku beli deh.”

Saya tersenyum melihat caranya berpikir. Hati ini pun kembali tersentuh. Dari jualan sederhana itu, dia belajar banyak hal, sesuatu yang mungkin tidak diajarkan di sekolah: tentang manajemen keuangan, tanggung jawab, dan konsistensi.

Setiap Hari, Sedikit Lebih Dekat dengan Mimpi.

Kini, hampir setiap malam kami punya rutinitas baru: repacking dan membuat jajan. Kadang dia tampak lelah, tapi selalu berkata,

“Bun, iPad-nya makin dekat, kan?”
Dan saya menjawab dengan pelan,
“Selama kamu terus berusaha, iPad itu pasti datang.”

Melihat ketekunan dan semangatnya membuat saya menyadari, anak sekecil itu sudah memahami makna berjuang. Dia tidak sekadar ingin memiliki barang, tapi benar-benar menikmati dan menghargai proses menuju ke sana.

Dari Impian Kecil, Lahir Banyak Pelajaran Besar.

Dari perjalanan sederhana ini, ternyata banyak sekali manfaat yang dia dapat. Berikut beberapa pelajaran yang saya lihat:

  1. Belajar Bertanggung Jawab.
    Ia tahu bahwa impiannya bukan sesuatu yang bisa didapat begitu saja. Ada usaha dan ketekunan yang harus dijalani.

  2. Belajar Mengatur Keuangan.
    Dengan memisahkan uang modal dan laba, dia belajar prinsip dasar ekonomi sejak dini.

  3. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri.
    Setiap kali jajan yang ia bawa habis terjual, rasa percaya dirinya tumbuh. Ia merasa mampu.

  4. Mengasah Kemandirian dan Kreativitas.
    Dia belajar menciptakan rasa, mengatur tampilan, bahkan berani menawarkan produknya ke teman-temannya. Lalu, bagaimana saat jajanan tidak ada yang laku? Kami sebagai orang tua punya cara tersendiri untuk tetap membuatnya semangat. Nanti kami tulis di postingan terpisah.

  5. Menguatkan Ikatan Keluarga.
    Karena impian ini, kami jadi sering berkumpul baik di dapur maupun ruang santai. Ada kerja sama, canda, dan kasih sayang yang membuat rumah terasa lebih hidup.

Ibun Bangga!

Malam itu, setelah semua puding selesai dibuat dan dapur kembali rapi, dia menghampiri saya.

“Bun, makasih ya udah bantuin aku. Aku senang banget bisa jualan dan dibantu bikin jajan kayak gini."
Saya tersenyum dan membelai rambutnya, “Ibun juga bangga banget sama kamu. iPad itu nanti cuma bonus, Nak. Yang paling berharga adalah semangatmu.”

Dalam hati, saya tahu, pada akhirnya nanti saya yang akan membelikannya iPad itu. Entah iPad atau tablet, terpenting sesuai kebutuhannya. Tapi membelikannya bukan karena kasihan, melainkan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangannya. Sebuah hadiah untuk kerja keras, bukan sekadar keinginan semata.


Karena pada akhirnya, yang sedang tumbuh bukan hanya impian membeli iPad, tapi seorang anak kecil yang sedang belajar menjadi pribadi besar.

Kalimat “Ibun, aku butuh iPad.” kini bukan lagi sekadar permintaan, tapi awal dari perjalanan yang penuh makna, tentang tanggung jawab, cinta keluarga, dan impian besar yang tumbuh dari dapur kecil di rumah kami. 💛

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Family Trip Naik Vespa, Bali Jadi Lebih Mesra - Libur kenaikan sekolah tahun ini, saya dan anak-anak sepakat untuk traveling ke Bali. Kami cuma bertiga saja, tanpa Ayah yang setiap harinya sibuk kerja mencari nafkah untuk kami gunakan jalan jajan. Hahaha. #bercyanda

Kami memang sudah lama kami tidak liburan untuk sekadar melepas lelah karena rutinitas. Awalnya saya sempat ragu, “Apakah Bali cocok buat anak-anak, ya?” Tapi setelah mencari informasi secara online, ternyata banyak banget tempat wisata ramah anak di Bali. Banyak banget paket wisata ramah anak yang dijual oleh Online Travel Agent. 


sangat suka dengan binatang, at Ibarbo Park, Yogyakarta.


Tanpa pikir panjang, saya gerak cepat bersama Kecemut untuk menyusun rencana perjalanan mulai dari tujuan wisata, transportasi selama di Bali yang tentunya pakai myRide, sampai dengan Hotel.


Penasaran kami akan kemana saja selama di Bali? Baca tulisan ini sampai selesai, ya!

Hari Pertama: Menyapa Pantai dan Matahari.

Begitu tiba di Bali, anak-anak sudah sumringah. “Bu, kita ke pantai dulu, yaa!” kata Wildan, si adik yang sudah tak sabar ingin main pasir. Sedari lahir, dia memang belum pernah bermain pasir di pantai. Lahir di tahun Corona memang tidak pernah traveling. Saya pun memaklumi kalau dia sangat exited dengan pantai. 

Wita pun tak kalah semangat, dia sudah menenteng ember kecil dan sekop mainan. Niatnya untuk menemani adiknya bermain pasir tidak main-main. Tujuan pertama kami adalah Pantai Sanur. Katanya, pantai ini lebih tenang ombaknya, cocok buat anak-anak bermain air.

Saya memesan skuter di myRide dari penginapan, dan dalam hitungan menit, driver datang dengan ramah. Helm anak-anak tersedia dan bersih. Perjalanan pagi itu ditemani angin laut dan suara tawa anak-anak di depan dan belakang karena terlalu asyik naik Scooter. Ah, saya tahu liburan ini akan berkesan.

Di Pantai Sanur, kami duduk di bawah pohon dan anak-anak sibuk membuat istana pasir, sementara saya menyeruput kelapa muda. Ombaknya kecil, aman untuk Wildan yang kadang suka nekat lari ke air. Di sini juga ada penyewaan sepeda, dan kami sempat bersepeda santai menyusuri bibir pantai. Bahagia sekali rasanya!

Hari Kedua: Bermain dan Belajar di Bali Safari & Marine Park.

Hari kedua, saya ingin anak-anak bukan hanya senang bermain, tapi juga belajar. Maka pilihan saya jatuh pada Bali Safari & Marine Park, yang terletak di Gianyar. Dari Denpasar, kami masih dengan myRide karena proses sewa yang simpel, harga transparan, dan hemat waktu. Perjalanan sekitar 45 menit terasa menyenangkan, apalagi driver-nya ramah dan banyak bercerita tentang Bali.

Sesampainya di sana, Wildan yang sangat suka dengan hewan langsung bahagia banget. “Bu! Itu singa, bu! Nanti ada Iguana, kan?” katanya menunjuk ke arah mobil safari. Di sini, anak-anak bisa naik bus safari untuk melihat berbagai hewan dari dekat: Zebra, Jerapah, Harimau, dan banyak binatang lainnya yang tentu bikin anak-anak happy. Semua aman karena pengunjung berada dalam kendaraan tertutup.

Selain melihat hewan, ada pertunjukan edukatif, taman bermain, dan bahkan waterpark kecil. Wita suka sekali dengan pertunjukan gajah yang cerdas. Saya sangat bahagia melihat mereka tertawa dan bertanya ini itu sampai saya kehilangan kata untuk menjawab pertanyaannya. Liburan ini bukan hanya tentang bersenang-senang, tapi juga memperkaya rasa ingin tahu mereka.

Hari Ketiga: Piknik Sederhana di Taman Niti Mandala Renon.

Kami sengaja menyisihkan satu hari untuk kegiatan santai. Pilihan saya adalah Taman Niti Mandala Renon, sebuah taman luas di tengah kota Denpasar. Saya ajak anak-anak piknik sambil main bola. Naik skuter pagi-pagi, kami sudah siap dengan tikar dan kotak makanan.

Di taman ini, banyak keluarga lokal juga yang piknik. Anak-anak bisa lari-larian, main sepatu roda, atau sekadar naik skuter sewaan. Yang bikin saya senang, suasananya teduh dan bersih. Sambil duduk di bawah pohon, saya sempat membaca buku sebentar. Hal mewah bagi ibu-ibu, ya kan?

Wita dan Wildan bermain dengan anak-anak lain, bahkan sempat berkejar-kejaran sampai jatuh. Saya terharu melihat mereka bersosialisasi, belajar antre, dan tidak malu berkenalan dengan teman baru. Hal-hal kecil yang besar maknanya.

Hari Keempat: Main Air Seru di Waterbom Bali.

Anak kami termasuk pecinta air. Makanya, rasanya wajib banget mampir ke Waterbom Bali di Kuta. Tempat ini benar-benar surganya anak-anak yang suka seluncuran dan kolam renang. Dari penginapan, saya kembali mengandalkan scooter yang saya sewa di myRide.

Di Waterbom, ada banyak area yang ramah anak. Untuk balita sampai usia SD, ada zona Funtastic yang sangat aman. Wildan suka sekali seluncuran pendek yang warnanya cerah, sedangkan Wita berani mencoba seluncuran yang lebih tinggi. Semua area bersih dan diawasi petugas. Saya pun bisa duduk santai di gazebo sambil mengawasi mereka.

Makanannya juga ramah keluarga; ada menu nasi, jus buah segar, sampai pizza kesukaan anak-anak. Setengah hari di sini terasa belum cukup, tapi kami pulang dengan hati senang dan kulit agak gelap karena banyak berendam di air. 

Hari Kelima: Oleh-oleh dan Jalan Santai di Pasar Sukawati.

Hari terakhir di Bali, saya ingin mengajak anak-anak mengenal budaya Bali lebih dekat. Maka kami pun menuju Pasar Seni Sukawati. Naik Vespa lagi dong, karena gang ke pasar ini sempit dan ramai. Lebih enak rent scooter bali, tidak perlu muter-muter cari tempat parkir.

Di pasar ini, Wita memilih gelang manik-manik yang modelnya cantik. Wildan memilih baju barong. Saya sendiri lebih memilih untuk sekadar melihat saja. Hahaha. Sebelum pulang, kami sempat mampir ke warung nasi Bali di pinggir jalan. Menunya sederhana, tapi rasanya? Wah, bikin nagih. Sambil duduk lesehan, saya dan anak-anak mengingat kembali semua tempat yang kami kunjungi. 

“Paling seru yang mana?” tanya saya. Wildan menjawab cepat, semua seru! Sedangkan Wita memilih pantai.

Why Scooters Are the Best Way to Explore Bali?

Kenapa selama di Bali mengandalkan myRide? Tentu karena myRide adalah gudangnya skuter di Bali. Perusahaan besar yang bergerak di bidang penyewaan scooter di Bali. Lebih dari itu, myRide menghubungkan penyedia lokal dengan wisatawan, ekspatriat, dan pekerja lepas digital.

Buat teman-teman yang ingin tahu harga kompetitor juga bisa langsung cek di websitenya. Kita bisa membandingkan harga sewa yang tentunya di myRide jauh lebih terjangkau. Platform rental skuter yang memudahkan perjalanan keliling Bali tanpa ribet menjadi solusi terkini saat kita traveling di Bali. Didukung dengan pilihan unit yang beragam, mulai dari skuter kecil, skuter sedang, hingga skuter besar, kita bisa dengan leluasa jalan-jalan di Bali tanpa drama.

Mau Skuter biasa sampai Vespa matic? Semua nyaman buat traveling bareng anak-anak, bukan.

Family Trip Naik Vespa, Bali Jadi Lebih Mesra.

Naik Vespa di Bali ternyata bukan hanya solusi, tapi benar-benar kunci agar liburan bisa dinikmati tanpa drama. Pertama, anak kami lebih suka naik scooter ketimbang mobil. Alasannya lebih segar dan jauh dari drama mabok perjalanan. Kedua, jalanan Bali punya banyak gang kecil dan akses tersembunyi. Tempat-tempat indah seperti warung lokal, hidden cafe, atau pantai tersembunyi seringkali tidak bisa dijangkau mobil dengan mudah. Pakai skuter? Tinggal belok dan berhenti semau kita.

Ketiga, waktu! Lalu lintas Bali bisa padat, apalagi di jam-jam tertentu dan daerah seperti Kuta atau Ubud. Kalau naik mobil, bisa buang waktu di kemacetan. Tapi naik skuter? Wusssh…kami bisa lebih fleksibel, bahkan sempat mampir ke tempat yang tidak direncanakan hanya karena lewat dan tertarik.

Keempat, hemat dan efisien. Sewa motor jauh lebih murah dibanding sewa mobil atau naik taksi ke mana-mana. Kami cukup pesan via website myRide, lalu pilih “Bali Scooter Rental”, dan taraaaaa…hanya dengan sekali klik pesan, motor sudah bisa kita gunakan untuk traveling keliling Bali. Tidak usah kaget karena rental vespa bali, tuh, prosesnya memang semudah itu!

Kadang, yang kita butuhkan bukan tempat yang mewah, tapi waktu yang sederhana bersama orang-orang tercinta. Itulah yang saya rasakan ketika memutuskan mengajak anak-anak liburan ke Bali untuk mengisi hati kami dengan cerita.

Bali menjadi tujuan utama berlibur. Selanjutnya, kami ada rencana ke Jawa Timur dan kalau masih ada tenaga akan mengunjungi Yogyakarta. Kami hanya punya waktu satu minggu untuk liburan. Namun takdir mengajak kami hanya sampai Yogyakarta. Ke Bali-nya menunggu Ayah siap ikut liburan. Sedih? Tentu. Apalagi anak-anak yang sudah membuat rencana perjalanan.  Tapi kami yakin, rencanaNya jauh lebih indah.

Mesra itu tidak harus mewah. Kadang, hanya perlu kendaraan yang sederhana, tempat baru yang hangat, dan anak-anak yang hadir sepenuh hati. Vespa bukan hanya membawa kami ke tempat-tempat indah, tapi juga menyatukan kami lebih erat selama perjalanan. 

Buat teman-teman yang sedang liburan di Bali, yuk cobain keliling bali dengan naik Vespa! Langsung saja cek ketersediaannya di website myride.life, ya.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Dari BRT Trans Jateng, Kami Pulang Membawa Banyak Cerita - Hari itu, matahari belum tampak ketika saya membangunkan anak-anak. Melihat mereka masih bermain-main dengan selimut, rasanya bahagia sekali. Mata masih terpejam meskipun tidak sempurna, tapi tangan terus bergerak berebut selimut biru favoritnya. 

Perlu kalian tahu, Nak. Ada semangat yang sudah Ibun persiapkan sejak semalam. Kali ini, Ibun kita akan mengajak kalian untuk naik BRT Trans Jateng dari Terminal Bukateja menuju Rita Super Mall.

Nak, bangun yuk. Hari ini kita akan naik Bus,” saya berbisik sambil mengelus rambut mereka.

Wildan membuka matanya lebih dulu. “Naik bus? Mau ke mana, Ibun?”

Saya mengangguk sambil tersenyum. “Kita mau coba transportasi umum yang belum pernah kalian coba.”
Wildan menyembul dari balik bantal. “Bus yang besar itu? Yang kayak Tayo?”

Saya tertawa pelan. “Iya, sayang. Tapi bukan bus yang besar banget, ya. Bus-nya ber-AC, dan kita bisa duduk sambil lihat banyak sekali pemandangan.”

Mereka pun langsung bangun. Tak butuh waktu lama untuk mereka bersiap. Entah kenapa, anak-anak selalu lebih cepat bergerak kalau tahu akan ada petualangan , ya. 😂

Menuju Terminal Bukateja: Ini Awal dari Cerita.

Kami berangkat pagi, saat udara masih sejuk. Saya mengendarai sepeda motor dari rumah yang kemudian saya titipkan di tempat penitipan sepeda motor dekat area kota. Kami menuju terminal Bukateja dengan mengendarai Bus yang kami setop dari depan mini market Wangon. 

Beruntung saat itu bus tidak terlalu penuh penumpang, anak-anak pun merasa sangat nyaman meskipun sempat merasa panas dan juga sedikit pusing karena Bus-nya melaju dengan sangat ugal-ugalan. 🤭

Tiga puluh menit perjalanan, kami sampai di Terminal Bukateja. Wita dan Wildan mulai excited melihat deretan bus warna merah di terminal. Ini pengalaman pertama mereka masuk ke terminal Bukateja, sekaligus pengalaman pertamanya naik BRT Trans Jateng.

Wita menggandeng saya sambil berkata, “Ibun, ini seperti terminal Bus di Banjarnegara tapi buat bus yang kecil, ya?”
“Bisa dibilang begitu,” jawab saya. “Tempat semua orang menunggu untuk memulai perjalanan.”

Kami menunggu tidak sampai lima menit, ada satu bus mendekati halte pemberangkatan. Saya menggandeng mereka untuk masuk ke dalam bus dengan dibantu seorang petugas, mbak-mbak masih muda.

Masuk Bus: Dunia Baru yang Bikin Seru.

Kami memilih tempat duduk menghadap depan. Baru masuk bus dan baru saja duduk, mereka sudah mulai ramai bersorak norak bahagia. 

"Ibun, kenapa ini busnya tidak seperti tadi? Ini sangat nyaman, Bun. Tidak panas." 

"Ibun, kenapa itu ada alarm di pintu?

"Ibun, lihat. Aku enggak pakai sandal, tapi enggak panas. Dingiin, Bun."

"Ibun, itu pintunya nutup sendiri? Otomatis nutup?

"Ibun, aku pingin bediri dan pegangan yang itu, tuh."

Mengajak anak-anak mencoba hal baru sudah pasti akan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan bermunculan. Mulai pertanyaan yang masih masuk akal, sampai pertanyaan yang kadang susah sekali untuk dijelaskan kepada anak-anak. Rumit. 🤣 

Saya diam sejenak, lalu lanjut menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin membuat mereka penasaran. BRT (Bus Rapid Transit) ini memang difungsikan sebagai angkutan aglomerasi perkotaan di Provinsi Jawa Tengah. Didesain sebagai transportasi yang memberikan kenyamanan untuk para penumpang dan juga tarif sangat hemat.

“Wahhh, dingin ya, Bu. Ada AC-nya,” komentar Wildan.
“Iya dong, kita duduk santai aja ya, sambil lihat-lihat luar.”

Bus melaju perlahan, dan jendela seolah jadi layar besar yang memperlihatkan "dunia". Sawah menghijau, warung-warung kecil, sekolah, gedung perkantoran, kendaraan di sekitar, dan masih banyak lagi yang bisa kami lihat dari dalam bus.

Saya menatap mereka dalam-dalam. Anak-anak seusia mereka lebih banyak mengenal dunia lewat layar smatphone atau televisi. Dan hari itu, mereka menyaksikan semuanya langsung tanpa filter, tanpa sensor.

Menarik Perhatian: Tempat Pemberhentian Bus.

Berbeda dari bus umum lainnya, penumpang BRT hanya bisa naik dan turun di halte yang sudah ditentukan. Setiap kali ada penumpang masuk atau keluar, ternyata anak-anak sangat memperhatikan. Sampai nama-nama halte pun, mereka sampai takjub karena bisa tiba-tiba sampai Surabaya, Kalimantan, bahkan Banjarmasin. Padahal, ini masih di Purbalingga. 🤣

Halte Selabaya, mereka mendengarnya Surabaya. Halte Kalimanah, mereka kira adalah salah ucap dari Kalimantan. Lalu, ketika sampai Halte Banjarsari, mereka kompak bilang Banjarmasin!

Naik transportasi umum bukan hanya soal perjalanan. Di dalamnya, anak-anak akan mendapatkan pengetahuan baru, belajar etika, bahkan empati. Nilai-nilai yang kadang tidak mudah diajarkan di rumah, tapi mudah diserap saat dilihat langsung.

Obrolan di Sepanjang Jalan.

Saat sedang perjalanan dengan anak-anak, saya hanya sesekali saja mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan momen atau ketika mereka minta untuk difotokan karena saya paham pasti akan banyak hal-hal yang baru mereka lihat, mereka rasakan, yang kemudian ditanyakan langsung.

Wildan menunjuk seorang penumpang laki-laki dengan rompi hitam dan membawa helm proyek warna biru. “Itu mau kerja ya, Bu?”

“Iya, mungkin dia teknisi atau orang proyek. Dia naik bus supaya lebih cepat dan hemat.”

Kalimat itu mengalir begitu saja, tapi saya tahu dia merekamnya baik-baik. Percakapan sederhana itu membawa kami lebih dekat. Saya seperti mendapat kesempatan mengenalkan dunia tanpa ceramah, tanpa buku dan cukup dari dalam bus.

Kenapa Mengenalkan Transportasi Umum Kepada Anak-anak?

Dari pengalaman ini, saya semakin yakin bahwa mengajak anak naik transportasi umum itu penting. Ada banyak hal yang bisa mereka tahu dengan sendirinya karena mereka menjadi pengguna langsung. Berikut ini adalah beberapa manfaat mengenalkan transportasi umum kepada anak-anak.

1. Anak-anak belajar menghargai waktu dan antrean.
Di terminal, mereka belajar menunggu. Di halte, mereka belajar tertib. Dan saat melihat orang lain antre, mereka ikut memahami arti sabar.

2. Mereka mengenal keberagaman.
Di dalam bus, ada banyak penumpang. Ada ibu-ibu membawa belanjaan, pelajar dengan seragam, bapak-bapak dengan sepeda lipat, hingga anak-anak seperti mereka. Ini membuka mata mereka tentang dunia nyata bahwa manusia itu beragam, dan kita harus saling menghormati.

3. Mereka belajar hemat dan sadar lingkungan.
Dengan naik transportasi umum, mereka tahu bahwa perjalanan bisa tetap nyaman tanpa kendaraan pribadi. Ini awal dari edukasi sadar lingkungan dan hidup sederhana. Apalagi kita tahu, tarif natik BRT itu cuma Rp4.000 per orang (penumpang umum). Untuk anak-anak sekolah, lebih murah lagi.

4. Meningkatkan kedekatan emosional.
Perjalanan bersama, tanpa distraksi gadget, membuat kami bisa saling cerita, tertawa, dan belajar dari satu sama lain.

Rita SuperMall: Tujuan, Tapi Bukan Akhir.

Empat puluh lima menit berlalu dengan cepat. Kami tiba di Rita SuperMall. Sebuah tempat perbelanjaan di Purwokerto yang mungkin bisa dibilang paling ramai pengunjung. Kami di sini punya tujuan khusus yaitu makan siang. Hahaha.

“Ibun, Halte Rita Supermall. Kita sampai!”
Saya mengangguk, sambil tersenyum. “Iya, tapi perjalanan belum selesai. Kita masih punya waktu untuk jajan.”

Kami mengajak anak-anak untuk keluar bus dan menggandengnya. Masih di luar mall, mau digandeng. Sesampainya di mall, langsung lari tanpa arah, dong. Emang saking bahagianya sampai kadang terlihat norak. Naluri anak-anak, ya. 🤣

Nak, Hari Ini Kita Pulang Membawa Banyak Cerita.

Alhamdulillah...akhirnya saya bisa mengajak mereka naik BRT. Suatu kebanggaan tersendiri ketika bisa mengenalkan transportasi umum kepada mereka. Apalagi ketika mereka merasa nyaman sekali, bahagia, sudah pasti mereka ingin mencobanya lagi dan lagi.

Inilah transportasi yang sangat saya idam-idamkan, transportasi umum yang bisa membuat penumpang merasa nyaman dan aman. Aman secara fisik, aman juga secara finansial karena pemerintah memberikan subsidi untuk ini. 🤭

Malam harinya, sebelum tidur, saya memeluk mereka.

“Bu,” kata Wita pelan. “Hari ini seru banget. Aku sangat suka naik BRT.”
Wildan menimpali, “Besok kita naik bus ke kota lain, ya?”

Saya tersenyum dan membalas,

“Nak, kita boleh saja naik lebih jauh nanti. Tapi ingat, yang penting bukan seberapa cepat sampai, tapi seberapa banyak yang kamu lihat, dengar, dan rasakan dalam perjalanan.”

Naik BRT Trans Jateng bersama anak-anak mungkin tampak sederhana. Tapi bagi saya adalah momen berharga. Sebuah ruang belajar, ruang dialog, ruang tumbuh.


Nak, semoga kalian ingat, bahwa dunia ini luas. Dan di balik setiap perjalanan, selalu ada cerita yang menunggu untuk diceritakan.

Semoga BRT ini ada di setiap kota supaya masyarakat juga tertarik untuk naik Bus yang kata anak-anak super nyaman dan kalau kata saya, nyaman sekali. 🫶🏻

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Cari Di sini

Perkenalkan...

Hai...perkenalkan, saya Idah. Ibuk dari dua anak dan satu-satunya admin di blog ini.

Rutinitas saya saat ini sebagai Ibu Rumah Tangga sekaligus Ibu Pekerja Kantoran. Kami sekarang tinggal di Kota Dawet Ayu, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Oiya, jika ingin komunikasi, bisa melalui akun instagram kami @cerisfamily atau kontak langsung melalui email cerisfamily@gmail.com. Terima kasih.

On Youtube

Fans Page

CERIS Family

Blog Archive

  • ▼  2025 (19)
    • ▼  November (2)
      • Pemanas Air Kamar Mandi Modern yang Hemat, Aman, d...
      • Ibun, Aku Butuh iPad
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (5)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2024 (39)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2023 (28)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2022 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (12)
    • ►  September (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2020 (17)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (42)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (26)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2018 (37)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2017 (61)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2016 (62)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2015 (63)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (10)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (2)

Popular Posts

  • Biaya USG 4 Dimensi di RS Panti Nugroho
  • Tujuan Pemeriksaan HB dan HBsAG untuk Ibu Hamil
  • Tip Agar Jahitan Pasca Melahirkan Cepat Kering

recent posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Part Of Community


Blogger Perempuan
mamadaring
Seedbacklink

Follow Us!

Social Media

Facebook Twitter Instagram Youtube Blog Ibu

Created with by ThemeXpose